Penyakit yang disebabkan oleh tikus merupakan salah satu ancaman kesehatan lingkungan yang paling berbahaya bagi penghuni rumah mau pun bangunan komersial. Banyak orang menganggap keberadaan hama di dalam rumah, baik itu tikus, rayap, maupun kecoa, hanya sebatas gangguan estetika atau perusak properti.
Padahal, jika rayap bekerja merusak fondasi, kayu, dan keutuhan struktur bangunan secara diam-diam, tikus membawa risiko ganda yang jauh lebih mematikan: merusak kabel serta material bangunan sekaligus membawa berbagai patogen penyakit infeksius. Mengabaikan tanda-tanda keberadaan serangga dan pengerat di area properti dapat berujung pada kerugian finansial yang besar serta masalah kesehatan kronis bagi keluarga Anda.
Mengapa Kehadiran Tikus di Rumah Sangat Berbahaya?
Tikus tergolong sebagai hama pemukiman yang sangat fleksibel dan membawa mikroorganisme berbahaya dari lingkungan kotor ke dalam area bersih rumah Anda.
Penularan penyakit dari hewan pengerat dapat terjadi melalui berbagai jalur. Kontak langsung seperti gigitan atau cakar tikus dapat memindahkan bakteri secara instan. Namun, penularan secara tidak langsung jauh lebih sering terjadi.
Ciri-ciri air kencing tikus dan kotoran yang mongering dapat berubah menjadi partikel aerosol mikroskopis saat Anda menyapu atau membersihkan area tertutup. Partikel debu terpapar ini mudah terhirup masuk ke saluran pernapasan manusia. Selain itu, kontaminasi makanan dan peralatan dapur oleh air liur tikus menjadi penyebab utama keracunan dan infeksi pencernaan.
Ancaman Kerusakan Bangunan Akibat Hama Tikus dan Rayap
Tikus dan rayap berbagi karakteristik yang sama dalam hal merusak properti. Rayap menggerogoti struktur kayu dari dalam hingga keropos, sementara tikus memiliki dorongan biologis untuk terus mengasah gigi serinya dengan menggigit kabel listrik, pipa paralon, serta dinding gipsum. Kombinasi serangan rayap dan tikus tidak hanya menurunkan nilai jual properti, tetapi juga memicu risiko korsleting listrik yang berujung pada kebakaran rumah.
Daftar Penyakit yang Disebabkan oleh Tikus dan Gejalanya
Memahami berbagai gejala penyakit karena tikus sangat penting untuk pencegahan dan penanganan medis sedini mungkin.
1. Leptospirosis
Penyebab leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini menyebar melalui genangan air, tanah, atau makanan yang terkontaminasi oleh urin tikus. Gejala awalnya meliputi demam tinggi mendadak, sakit kepala parah, nyeri otot (terutama pada betis), dan mata memerah. Tanpa penanganan cepat, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi berat seperti kerusakan ginjal dan hati.
2. Hantavirus (Hantavirus Pulmonary Syndrome & HFRS)
Hantavirus tergolong virus tikus mematikan yang ditularkan saat manusia menghirup udara yang terkontaminasi kotoran atau urin tikus di tempat tertutup. Infeksi ini dapat memicu dua kondisi serius:
- Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS): Menyerang saluran pernapasan dengan gejala sesak napas berat akibat penumpukan cairan di paru-paru.
- Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS): Menyerang fungsi ginjal yang ditandai dengan demam tinggi, nyeri punggung, pendarahan kulit, hingga risiko gagal ginjal akut.
Banyak orang awam bertanya, apakah virus tikus bisa sembuh? Secara medis, hingga saat ini belum ada obat khusus atau vaksin untuk mematikan hantavirus secara langsung. Penanganan di rumah sakit berfokus pada perawatan intensif dan terapi penunjang untuk mempertahankan fungsi organ tubuh pasien.
3. Pes / Wabah Bubonic (Plague)
Penyakit bersejarah ini disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang ditularkan melalui gigitan kutu (pinjal) yang hidup pada tubuh tikus liar. Gejalanya ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening (bubo) di ketiak atau selangkangan, demam tinggi, dan tubuh lemas parah.
4. Rat Bite Fever (RBF / Demam Gigitan Tikus)
RBF disebabkan oleh bakteri Streptobacillus moniliformis yang berpindah saat manusia terkena gigitan, dicakar, atau memegang bangkai tikus. Gejala berupa demam, nyeri sendi, mual, serta ruam kemerahan pada tangan dan kaki.
5. Murine Tifus (Tifus Tikus)
Tifus tikus terjadi akibat infeksi bakteri Rickettsia typhi yang dibawa oleh kotoran kutu tikus. Ketika seseorang menggaruk bekas gigitan kutu, kotoran berbakteri tersebut masuk ke dalam luka kulit dan menyebabkan demam, sakit kepala, serta ruam.
6. Lymphocytic Choriomeningitis (LCM)
LCM adalah infeksi neurologis dari virus Lymphocytic Choriomeningitis yang dibawa oleh tikus rumah biasa. Fase pertama ditandai dengan gejala mirip flu biasa, namun pada fase kedua dapat berkembang menjadi peradangan selaput otak (meningitis).
Di tengah munculnya laporan kesehatan seperti temuan penyakit tikus terbaru atau ciri terkena virus tikus di daerah padat penduduk, kewaspadaan terhadap kebersihan lingkungan harus terus ditingkatkan.
Risikonya pada Hewan Peliharaan (Kucing & Anjing)
Bukan hanya manusia, hewan peliharaan di rumah juga berada dalam ancaman berbahaya jika berinteraksi dengan tikus liar.
Bahaya Kucing Makan Tikus Liar di Area Rumah
Banyak pemilik rumah sengaja memelihara kucing untuk memburu tikus. Padahal, naluri ini membawa risiko kesehatan tinggi. Tikus liar mengandung berbagai cacing parasit, bakteri Leptospira, serta racun tikus yang mungkin telah dikonsumsi oleh hama tersebut. Saat kucing memakan tikus yang terkontaminasi, parasit dan racun dapat berpindah ke tubuh kucing dan menular ke pemilik rumah melalui kontak harian.
Jika hewan peliharaan Anda terlibat perkelahian dengan tikus liar hingga mengalami luka:
- Segera cuci luka bekas gigitan/cakaran dengan air mengalir dan sabun antiseptik.
- Aplikasikan cairan disinfektan khusus hewan pada area luka terbuka.
- Bawa hewan peliharaan ke dokter hewan untuk mendapatkan suntikan antibiotik pencegah infeksi lanjutan.
Cara Mencegah Penularan Penyakit Tikus secara Mandiri
Pencegahan mandiri dapat dimulai dengan memutus akses nutrisi dan tempat tinggal hama pengerat.
Menutup Akses Masuk dan Sumber Makanan Tikus
- Tutup Celah Bangunan: Sil selokan, lubang pipa, dan celah di bawah pintu yang berukuran lebih dari 1 cm.
- Pengelolaan Sampah: Simpan sisa makanan dalam wadah tertutup rapat dan buang sampah dapur setiap hari.
- Gunakan Alat Pelindung Diri (APD): Saat membersihkan area berdebu seperti gudang atau loteng, selalu gunakan masker dan sarung tangan karet.
Menjaga Kelembapan Bangunan agar Bebas Hama (Tikus, Rayap, & Kecoa)
Area yang lembap, gelap, dan jarang tersentuh merupakan habitat favorit bagi tikus untuk bersarang serta tempat ideal bagi koloni rayap berkembang biak. Pastikan ventilasi udara di area loteng, garasi, dan ruangan bawah tanah berfungsi optimal untuk menekan tingkat kelembapan.
Ancaman penyakit yang disebabkan oleh tikus dan kerugian struktur akibat rayap adalah dua risiko besar yang tidak boleh diabaikan oleh setiap pemilik properti. Menjaga kebersihan harian merupakan langkah awal yang baik, namun tindakan perlindungan menyeluruh dari jasa pest control profesional adalah kunci utama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas hama secara berkelanjutan.
Lindungi keluarga dan aset bangunan Anda sekarang juga! Hubungi tim profesional Larusa untuk mendapatkan konsultasi gratis, jadwal survey lokasi, dan solusi pembasmian hama bergaransi bagi hunian Anda!





